PUISI
Ibu
Ibu...
Dalam senyummu kau sembunyikan letihmu..
Derita siang dan malam menimpamu tak sedikit pun kau mengeluh demi ku...
Agar bisa memberi harapan baru bagiku ...
Ibu...
kau tak pernah mengharapkan sesuatu
atas semua yang telah kau berikan kepadaku
terima kasih ibu atas semua itu
kasih sayangmu tak akan pernah habis ditelan waktu
CERPEN
(Nice romance)
Di pagi hari Ara dengan tergesa-gesa mengengkol sepedanya ke arah sekolah.
Hari ini adalah hari pertamanya menduduki kelas 12. Ia kali ini tak mengarahkan sepedanya ke jalanan yang biasa ia lewati. Ia mengarah ke gang kecil untuk mempercepat perjalanan. Ara mempercepat laju sepedanya. Tapi tiba - tiba saja seseorang keluar dari rumahnya dan tabrakan pun tak terelakkan.
Braakk!!
"Ma-..." ucap ara terputus saat ia melihat wajah orang yang tadi ditabraknya yang tengah berusaha berdiri.
"Eh kamu gapapa?" tanya si cowok berdiri sambil mengulurkan tangannya.
"Hm...gapapa kok" menyambut uluran tangan si cowok yang tidak ia kenali.
Pipi Ara bersemu merah. Ia merasa malu dan bahagia di waktu yang sama. Saat tersadar bahwa ia harus ke sekolah Ara pun segera milirik jam dan ternyata sudah jam 6:55. Ara segera bergegas pergi ke sekolah dan mengabaikan cowok yang dia tabrak.
Sesampainya di sekolah hampir saja ia terlambat, gerbang sekolah sudah akan di tutup tapi untungnya Ara masih dibolehkan masuk. Dan sekarang ia telah duduk nyaman di kelasnya.
Ibu guru pun datang, ketua kelas memberi aba - aba dan seluruh siswa mengucapkan salam. Setelah itu ibu guru mempersilahkan duduk ,ia akan segera memperkenalkan siswi baru. "Anak-anak kita akan kedatangan murid baru" , "guru pun segera memanggil murid tersebut"
"Hai teman- teman perkenalkan nama aku ERIK SYAHPUTRA......."Erik memperkenalkan diri. "Haii" balas anak-anak dikelas itu.
"Erik silahkan duduk!" perintah ibu guru kepada Erik.
Erik masih merasa canggung dengan suasana kelas barunya. Dia sedikit bingung mau duduk dimana. Sampai dia memutuskan duduk di belakang bangku Ara.
"Ekhem" deheman tersebut membuat ara menoleh
"Inikan cowok yang tadi pagi " ucap ara dalam hati
Dan melanjutkan untuk fokus ke depan
KRING...KRING...KRING tanda bel istirahat berbunyi. "Ehh ke kantin bareng yuk, laper ni, aku juga belum punya teman" ajak Erik kepada Ara. Ara tersontak kaget dan entah kenapa jantungnya berdebar kencang. "Boleh" Ara mengiyakan ajakan Erik.
Mereka berjalan beriringan ke kantin, beberapa mata melirik ke arah Erik. Tak bisa di pungkiri wajah Erik memang cukup menarik.
"Oh iya, kita belum kenalan nih. Nama kamu siapa?" tanya Erik penasaran
"Ehm... Aku Ara” balas Ara sembari merunduk
"Nama yang cantik, kayak orangnya" ucap Erik sembari tersenyum tanpa diketahui pipi Ara sudah bersemu merah mendengar pujian Erik.
Semenjak perkenalan itu, mereka kian dekat. Sering bersanda gurau, belajar bersama, berangkat dan pulang bersama. Mereka hampir selalu terlihat bersama.
Dan sekarang mereka tengah duduk di sebuah bangku taman, menikmati indahnya sore ini. Bersama menatap langit yang kian berwarna jingga.
"Ra, aku mau ngomong sesuatu" ucap Erik dengan serius, seketika Ara mengalihkan pandangannya ke arah Erik menunggu Erik melanjutkan perkataannya
"Ehm... Ehm...” ucap Erik ragu
"Ehm ehm kenapa?" tanya Ara bingung
"Aku suka sama kamu, mau gak kamu jadi pacar aku" ucap Erik seraya menatap mata Ara. Ara terpaku mendengar pengakuan Erik. Matanya mencari kebohongan di mata Erik, ia takut kalau Erik akan mengerjainya. Tapi yang di lihat di mata Erik hanya keseriusan.
"Ehm... a...aku mau.." ucap Ara terbata-bata
Setelah kejadian itu mereka pun berpacaran. Mereka seperti remaja yang jatuh cinta biasa, ada kalanya mereka akan bercekcok tentang beberapa hal tapi akan berbaikan kembali. Mereka selalu bersama, bagaikan surat dengan perangko. Tanpa terasa waktu terus berjalan dan sekarang mereka telah lulus SMA.
Malam ini adalah malam minggu, Ara dan Erik memutuskan untuk nonton bioskop. Dan sekarang mereka tengah mengantri untuk membeli tiket. Mereka berbincang - bincang sampai akhirnya giliran mereka memilih film.
"Film maze runner aja, keliatannya seru. Pemerannya juga ganteng!!" ucap Ara bersemangat
"Gantengan juga aku kalik, dia mah bisa aja" ucap Erik acuh. Ara tertawa melihat Erik yang tampak kesal. Akhirnya mereka memutuskan akan menonton film maze runner. Mereka menduduki bangku E18 dan E17. Di samping mereka bangku kosong.
Setelahnya mereka memasuki ruangan bioskop, mereka berbincang - bincang sebelum film di mulai. Ketika film di mulai mereka sama - sama fokus menatap layar. Ketik pertengahan film Erik memulai pembicaraan.
"Ra a..aku.."ucap Erik gugup
"Aku apa? Kok gak jelas?" tanya Ara bingung
"Aku mau pindah keluar kota dan kuliah disana."ucap Erik dengan nada sendu
Ara terpaku, ia tak tau harus berkata apa. Ia memalingkan wajahnya dari Erik. Berusaha menutupi kesedihannya.
"Kamu kenapa ra?" tanya Erik khawatir
"Gak papa kok , yaudah kamu disana baik2 ya" ucap Ara sambil tersenyum tipis kemudian memalingkan wajahnya menahan air matanya yang siap terjun bebas.
Tanpa terasa film pun telah usai, pintu keluar dibuka. Ara dan Erik keluar, berjalan ke arah eskalator untuk turun ke lantai 2. Ara tak dapat menikmati film yang ia nonton, ucapan Erik saat mereka nonton masih berngiang - ngilang di kepalanya.
Keesokan hari nya..
Ara menemani Erik pergi ke bandara. Tak ada percakapan yang keluar dari mulut mereka. Suasana terasa canggung diantara keduanya setelah kejadian semalam. Mereka berjalan beriringan dengan keadaan yang saling berdiaman.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini.
Disaat perjalanan pulang Ara tidak dapat menahan air matanya lagi, di taxi air matanya pun tumpah, ia menangis tersedu - sedu.
Sudah beberapa mingu kepergian Erik tapi Ara masih saja memikirkan Erik. Perasaannya masih sama, tak berkurang sedikit pun. Semenjak kepergian Erik, ia tak pernah mendapat kabar darinya.
Waktu terus berputar, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Setelah 4 tahun berlalu dan beberapa minggu ini Ara sangat sibuk dengan tugas-tugas nya. Ia kini sudah dapat melupakan Erik tapi smpai sekarang hatinya masih untuk Erik. Mungkin memang benr, melupakan cinta pertama itu sulit.
Saat ini Ara tengah berada di kamarnya, ia tengah berkutat dengan desain yang ia buat untuk kliennya. Tiba - tiba hpnya berbunyi, ia mengambil hpny dan melihat notif dari Rina teman sekolahnya dulu. Saat melihat pesan itu sontak saja Ara terkaget. Pasalnya Rina memberitahukan bahwa Erik akan pulang ke Indonesia.
Di dalam hatinya Ara sungguh senang mendapat kabar itu tapi ia sadar, hubungan mereka telah lama usai. Rindu yang susah payah ia pendam kini kembali lagi. Matanya mulai memerah,Ara berusaha tidak ambil peduli dan sibuk dengan urusannya sendiri.
Keesokan hari nya..
Ara menjalankan rutinitas lari paginya. Ia pergi ke taman di dekat rumahnya, berlari mengelilingi taman itu dan tanpa sengaja ia melihat Erik orang yang ia cintai sedang bercanda gurau dengan wanita lain.
Ara mengalihkan pandangan,ia berusaha tetap tenang tapi matanya tak pernah berbohong. Tanpa terasa pipinya kini telah basah.
Tanpa ia ketahui ternyata Erik juga melihatnya. Tiba-tiba saja Erik menghampirinya seraya tersenyum,Ara pun segera menghapus air mata nya dan Ara berusaha untuk tenang
"Hai apa kabar kamu?"tanya Erik
"Kabar baik,kamu gimana kabar nya?"balas Ara
"Aku baik kok,ciee masih perhatian nanyain kabar aku." Ucapnya sambil nyengir
"Apa'an sih kamu"balas Ara cuek. Ia kemudian berlalu meninggalkan Erik yang sedang cengar - cengir tak jelas.
"Ntar malam aku ke rumah kamu ya" teriak Erik ketika melihat Ara yang mulai menjauh
Teriakan Erik terdengar jelas sampai ke telinga Ara. Ara cukup kaget tapi ia tetap terus berjalan. Sesampainya di rumah, ucapan Erik masih terngiang - ngiang di kepala Ara. Ada keraguan di hatinya.
Malam pun tiba..Terdengar suara mobil dari depan rumah Ara.
"Ehm kira-kira siapa ya yang datang?"ucap Ara binggung
"Ara mengkhawatirkan bahwa Erik yang datang, jadi ia membiarkan ibu nya yang membukakan pintu".
Ara mengintip dari jendela kamarnya, berharap bukan Erik yang datang. Tapi ternyata kekhawatiran Ara benar ,ternyata yang datang memang Erik bersama keluarga nya.
"Tapi kenapa ia datang bersama keluarga nya."ucap Ara binggung
Ara berjalan ke arah ruang tamu, ia mengintip dibalik tirai. Berusaha mendengar pembicaan orang tuanya dan orang tua Erik.
Tiba-tiba ibu Ara masuk ke dalam dan melihat Ara sedang mengintip.
"Nak ngapain kamu disitu."ucap ibu Ara
"Ehm..ibu."ucap Ara sambil cengegesan
"Kamu ni ada-ada aja ,udah sana ada tamu tu. Ibu mau buat air dulu."ucap ibu Ara sambil berjalan
Ara pun menghampiri Erik dan keluarga nya ,ia menyicum tangan kedua orang tua Erik dan kemudian duduk disamping sang ayah
"Ara kebingungan,ada apa ini sebenarnya."ucap Ara dalam hati
"Nak Erik dan keluarga nya berniat baik untuk meminang mu,apakah kamu bersedia."ucap sang ayah
"Ara pun kaget mendengar ucapan sang ayah barusan."
"Ara tante sudah sering dengar tentang kamu dari Erik. Ia sangat mencintai kamu dan ingin melamarmu."ucap mama Erik
"Kamu mau nerima lamaran Erik."ucap sang ayah
"Tapi kan Erik sudah ada pacar yah."ucap Ara
"Ha pacar? pacar siapa?" tanya Erik bingung.
"Itu loh yang ketemu ditaman kan pacar kamu" ucap Ara
"Loh? Kamu jalan sama cewek lain?" tanya mama Erik kepada anaknya
"Benar kata Ara rik?" tanya Ayah Erik penasaran
"kamu salah paham Ra. Waktu kita ketemu ditaman itu bukan cewek aku itu sepupu aku. Ra aku sangat mencintai kamu, aku tau pasti kamu masih mencintai aku."jelas Erik
"Jadi gimana apa Ara bersedia terima lamaran Erik."tanya ayah Erik kepada Ara. Mendengar pertanyaan itu Ara hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia setuju.
"Alhamdulillah" ucap semuanya kecuali Ara yang tersenyum dengan wajah bersemu merah
1 bulan kemudian....
Tiba lah hari pernikahan Erik dan Ara, keduanya tanpa bahagia dengan senyuman yang tak pernah luntur
Tamat
Makalah
MAKALAH
PENTINGNYA MANFAAT JAMBU BIJI
Sarah Gunarti
12 ipa 2
SMAN 6 PONTIANAK
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Siapa yang tidak mengenal jambu biji ?, semua pasti kenal dan pernah merasakan rasanya jambu biji. Jambu biji adalah salah satu buah yang paling terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, dari balita sampai lansia.
Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari jambu biji. Dari mulai buahnya, daunnya, sampai pohonnya. Tetapi masyarakat hanya tau rasa buahnya saja. Tidak tahu manfaat atau proses budidaya pohonnya sampai berbuah.
BAB II PEMBAHASAN
Jambu biji merupakan salah satu tanaman yang bernilai komoditas tinggi. Tanaman jambu biji berasala dari negara Brazil di benua Amerika selatan. Menyebar ke negara Asia melalui Thailand, kemudian masuk ke Indonesia. Hingga saat ini jambu biji telah di budidayakan dan menyebar luas didaerah-daerah Jawa.
Jambu biji disebut juga Jambu Klutuk (Bahasa Jawa), Jambu Siki, atau Jambu Batu yang dalam bahasa Latin disebut Psidium Guajava. Tanaman jambu biji merupakan tanaman yang mampu menghasilkan buah sepanjang tahun dan mampu tahan terhadap beberapa hama dan penyakit.
Sebagai salah satu tanaman perdu, Jambu biji bermanfaat sebagai peneduh dan tanaman hias. Selain menghasilkan buah yang lezat untuk dinikmati, juga mampu membuat pekarangan sejuk. Kayu dari jambu biji juga sangat bermanfaat. Kayunya yang padat dan licin dapat dipergunakan sebagai bahan kerajinan misalnya ukiran dan patung.
Sisa pembakaran dari kayu jambu biji yang berupa arang yang dapat dipergunakan untuk media pembakaran karena menghasilkan nyala api yang tahan lama, asapyna sedikit, dan sangat panas.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari makalah ini dapat kita simpulkan bahwa jambu biji memiliki banyak manfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Jadi jangan suka mengabaikan buahan yang banyak gizi nya ini
B. Saran
Dengan dibuat nya makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Rahyu. T. Puji, 2007. Pembudidayaan jambu biji, Buah multi manfaat. Semarang: CV Aneka Ilmu.